BAB I
PENDAHULUAN
Kurikulum merupakan sesuatu yang sangat penting dalam dunia pendidikan di negara manapun karena kurikulum berisi seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Arah dan tujuan pendidikan dari suatu Negara sangat ditentukan oleh kurikulum yang digunakan. Oleh karena itu, kurikulum tidak boleh "ajeg" akan tetapi perlu dikembangkan secara dinamis sesuai tuntutan zaman agar pendidikan di suatu negara dapat terus berkembang dan mengalami kemajuan.
Baik dan tidaknya pendidikan di suatu Negara dapat dilihat pula dari kurikulumnya. Di Indonesia sendiri, kurikulum selalu berkembang dari tahun ke tahun sejak masa penjajahan sampai sekarang sebagai konsekuensi logis untuk mengikuti perkembangan zaman. Dalam makalah ini akan disampaikan mengenai sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia mulai dari zaman penjajahan sampai saat sekarang ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian KurikulumKurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu Curir yang artinya pelari; dan Curere yang artinya tempat berpacu. Curriculum diartikan jarak yang harus di tempuh oleh pelari. Sehingga dalam pendidikan kurikulum diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijasah. Sedangkan menurut UU no 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tutjuan pendidikan tertentu.
B. Sejarah Kurikulum di Indonesia
Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia kerap berubah setiap ada pergantian Menteri Pendidikan. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan IPTEK dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Penjelasan masing-masing kurikulum adalah sebagai berikut :
1. Rencana Pelajaran 1947Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan yang dalam bahasa Belanda artinya rencana pelajaran. Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua hal pokok: daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya, plus garis-garis besar pengajaran. Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran. Yang diutamakan pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat, materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.
2. Rencana Pelajaran Terurai 1952
2. Rencana Pelajaran Terurai 1952
Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. Seorang guru mengajar satu mata pelajaran. Yang menjadi ciri dalam kurikulum ini adalah setiap pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
3. Kurikulum 1964Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani. 4. Kurikulum 1968
Merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus Kurikulum ini hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.5. Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah "satuan pelajaran", yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum ini juga menggunakan pendekatan psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang jawab) dan latihan (drill).
6. Kurikulum 1984 Seorang guru mengajar satu mata pelajaran. Yang menjadi ciri dalam kurikulum ini adalah setiap pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
3. Kurikulum 1964Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani. 4. Kurikulum 1968
Merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus Kurikulum ini hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.5. Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah "satuan pelajaran", yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum ini juga menggunakan pendekatan psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang jawab) dan latihan (drill).
6. Kurikulum 1984. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus Kurikulum ini hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.5. Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah "satuan pelajaran", yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum ini juga menggunakan pendekatan psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang jawab) dan latihan (drill).
6. Kurikulum 1984Zaman ini dikenal istilah "satuan pelajaran", yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum ini juga menggunakan pendekatan psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang jawab) dan latihan (drill).
6. Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut "Kurikulum 1975 yang disempurnakan". Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).7. Kurikulum 1994
Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan Kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang no.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional. Terdapat ciri-ciri yang menonjol pada kurikulum 1994, yaitu :
Menggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari
8. Kurikulum 2004Kurikulum ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
Ciri-ciri KBK :
Menekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompokMenekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompok
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagamanBerorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman
Penyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasiPenyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
Sumber belajar bukan hanya guruSumber belajar bukan hanya guru
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensiPenilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
9. KTSP 2006Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan. dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.
Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya
BAB III
PENUTUPMenggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariKurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang no.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional. Terdapat ciri-ciri yang menonjol pada kurikulum 1994, yaitu :
Menggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari
8. Kurikulum 2004Kurikulum ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
Ciri-ciri KBK :
Menekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompokMenekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompok
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagamanBerorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman
Penyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasiPenyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
Sumber belajar bukan hanya guruSumber belajar bukan hanya guru
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensiPenilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
9. KTSP 2006Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan. dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.
Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya
BAB III
PENUTUPMenggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari
Menggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari
8. Kurikulum 2004Kurikulum ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
Ciri-ciri KBK :
Menekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompokMenekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompok
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagamanBerorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman
Penyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasiPenyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
Sumber belajar bukan hanya guruSumber belajar bukan hanya guru
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensiPenilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
9. KTSP 2006Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan. dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.
Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya
BAB III
PENUTUPMenggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari
8. Kurikulum 2004Kurikulum ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
Ciri-ciri KBK :
Menekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompokMenekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompok
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagamanBerorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman
Penyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasiPenyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
Sumber belajar bukan hanya guruSumber belajar bukan hanya guru
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensiPenilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
9. KTSP 2006Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan. dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.
Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya
BAB III
PENUTUP
Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya
pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.
2. Rencana Pelajaran Terurai 1952
Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. Seorang guru mengajar satu mata pelajaran. Yang menjadi ciri dalam kurikulum ini adalah setiap pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
3. Kurikulum 1964Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani. 4. Kurikulum 1968
Merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus Kurikulum ini hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.5. Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah "satuan pelajaran", yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum ini juga menggunakan pendekatan psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang jawab) dan latihan (drill).
6. Kurikulum 1984 Seorang guru mengajar satu mata pelajaran. Yang menjadi ciri dalam kurikulum ini adalah setiap pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
3. Kurikulum 1964Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani. 4. Kurikulum 1968
Merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus Kurikulum ini hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.5. Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah "satuan pelajaran", yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum ini juga menggunakan pendekatan psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang jawab) dan latihan (drill).
6. Kurikulum 1984. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus Kurikulum ini hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.5. Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah "satuan pelajaran", yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum ini juga menggunakan pendekatan psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang jawab) dan latihan (drill).
6. Kurikulum 1984Zaman ini dikenal istilah "satuan pelajaran", yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum ini juga menggunakan pendekatan psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang jawab) dan latihan (drill).
6. Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut "Kurikulum 1975 yang disempurnakan". Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).7. Kurikulum 1994
Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan Kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang no.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional. Terdapat ciri-ciri yang menonjol pada kurikulum 1994, yaitu :
Menggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari
8. Kurikulum 2004Kurikulum ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
Ciri-ciri KBK :
Menekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompokMenekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompok
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagamanBerorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman
Penyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasiPenyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
Sumber belajar bukan hanya guruSumber belajar bukan hanya guru
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensiPenilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
9. KTSP 2006Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan. dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.
Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya
BAB III
PENUTUPMenggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariKurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang no.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional. Terdapat ciri-ciri yang menonjol pada kurikulum 1994, yaitu :
Menggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari
8. Kurikulum 2004Kurikulum ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
Ciri-ciri KBK :
Menekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompokMenekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompok
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagamanBerorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman
Penyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasiPenyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
Sumber belajar bukan hanya guruSumber belajar bukan hanya guru
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensiPenilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
9. KTSP 2006Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan. dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.
Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya
BAB III
PENUTUPMenggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari
Menggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari
8. Kurikulum 2004Kurikulum ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
Ciri-ciri KBK :
Menekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompokMenekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompok
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagamanBerorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman
Penyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasiPenyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
Sumber belajar bukan hanya guruSumber belajar bukan hanya guru
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensiPenilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
9. KTSP 2006Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan. dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.
Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya
BAB III
PENUTUPMenggunakan sistem catur wulan
Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)Berorientasi pada materi pelajaran (content oriented)
Guru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajarGuru memilih dan menggunakan strategi melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar
Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrakPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak
Adanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswaAdanya remidiasi untuk pemantapan pemahaman siswa
Beban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hariBeban siswa dirasa terlalu berat dan materi terlalu sukar, selain itu kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari
8. Kurikulum 2004Kurikulum ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
Ciri-ciri KBK :
Menekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompokMenekankan ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompok
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagamanBerorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman
Penyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasiPenyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
Sumber belajar bukan hanya guruSumber belajar bukan hanya guru
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensiPenilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
9. KTSP 2006Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan. dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.
Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya
BAB III
PENUTUP
Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secar individual maupun klasikal.
Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya
BAB III
PENUTUP
Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia kerap berubah setiap ada pergantian Menteri Pendidikan, sehingga mutu pendidikan Indonesia hingga kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan 2006. Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan.
Secara umum, perubahan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Perubahan dan penyempurnaan kurikulum dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh, selain itu perubahan kurikulum dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu perubahan kurikulum juga dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan politik.
Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan.
Secara umum, perubahan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Perubahan dan penyempurnaan kurikulum dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh, selain itu perubahan kurikulum dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu perubahan kurikulum juga dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan politik.
. Perubahan dan penyempurnaan kurikulum dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh, selain itu perubahan kurikulum dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu perubahan kurikulum juga dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan politik.
DAFTAR PUSTAKA
Sukisno, Bambang. "Selayang Pandang Perjanan Kurikulum Nasional"
Akhmad Sudrajat. 2008. <http://akhmadsudrajat.wordpress.com/ 2008/07/08/pengertian- kurikulum/.23>. September 2010.
Rosita Oktavianirusma. 2010. <http://rositaoktavianirusma.blogdetik.com/ 2009/11/07/sejarah-kurikulum-indonesia/>. 24 September 2010.
Zamzamisaleh. 2010. <http://zamzamisaleh.blogspot.com/2010/03/sejarah-perkembangan kurikulum.html. 24 September 2010>.
Depdikas. 2006. Standar Isi. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
Depdiknas. 2003. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasionalhttp://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/06/definisi-kurikulum.html. 24 September 2010.http://www.scribd.com/doc/22453020/Pengertian-Dan-Definisi-Kurikulum. 25 september 2010.http://ephanlazok.wordpress.com/2010/01/14/perkembangan-kuriklum-indonesia-dari-1947-2006/. 26 september 2010.http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/16/134-pengertian-kurikulum-lengkap/. 27 September 2010.>.
Depdikas. 2006. Standar Isi. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
Depdiknas. 2003. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasionalhttp://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/06/definisi-kurikulum.html. 24 September 2010.http://www.scribd.com/doc/22453020/Pengertian-Dan-Definisi-Kurikulum. 25 september 2010.http://ephanlazok.wordpress.com/2010/01/14/perkembangan-kuriklum-indonesia-dari-1947-2006/. 26 september 2010.http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/16/134-pengertian-kurikulum-lengkap/. 27 September 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar